Menteri PPPA Dampingi Siswa SLB Negeri Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis Sekolah
Siaran Pers Nomor: B-254 /SETMEN/HM.02.04/8/2025
Jakarta (5/8) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi meninjau kick-off pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di sekolah (CKG) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Semarang, pada Senin (4/8). Menteri PPPA memantau proses pemeriksaan kesehatan para murid, yang mencakup pemeriksaan kebugaran, pengukuran gizi, berat dan tinggi badan, serta pemeriksaan darah, mata, telinga, dan gigi. Sebanyak 579 siswa di SLBN Semarang dari berbagai jenjang SD, SMP, SMA hadir mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan.
“Program Cek Kesehatan Gratis adalah salah satu cara untuk memperkuat perlindungan kesehatan perempuan dan anak, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Program ini sudah mulai dijalankan di lingkungan pendidikan sejak 14 Juli 2025 melalui sekolah rakyat dan saat ini telah diperluas ke seluruh wilayah Indonesia secara menyeluruh mulai 4 Agustus 2025,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal dan kelompok masyarakat rentan. Kemen PPPA menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya perluasan dan penguatan layanan CKG, sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Program CKG tentu tidak bisa dijalankan oleh satu kementerian saja, seperti Kementerian Kesehatan. Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Pelaksanaan hari ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor tersebut mulai terwujud. Kami berharap program ini menjadi pilar penting dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Menteri PPPA.
Sementara itu, Direktur Jenderal SDM Kemenkes, Yuli Farianti menjelaskan CKG untuk siswa sekolah dimulai untuk murid sekolah rakyat pada 14 Juli 2025. Sementara untuk sekolah umum, CKG dimulai serentak pada pekan pertama Agustus 2025. Anak-anak usia 7 hingga 17 tahun menjadi sasaran utama program ini, tanpa membedakan apakah mereka berada di dalam sistem pendidikan formal atau tidak. Hal ini menandai komitmen pemerintah dalam menjangkau seluruh anak usia sekolah untuk mendapatkan layanan deteksi dini kesehatan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan program CKG di Jateng telah menjangkau 5,7 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan sepertiga capaian angka nasional sejumlah 15 juta jiwa.
“Capaian CKG kami di Jawa Tengah sudah 5,7 juta sasaran. Mungkin kalau di Indonesia baru 15 jutaan (orang), kita sudah support sepertiga sendiri. Ini sesuatu yang penting bagi kami, karena kita ingin anak kita cerdas, tentu saja mulai dari kondisi kesehatannya harus kita ketahui terlebih dahulu,” ujar Sumarno.
Setelah meninjau pelaksanaan CKG, Menteri PPPA melanjutkan kunjungannya ke SMPN 12 Semarang untuk melihat langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyampaikan program MBG merupakan wujud nyata perhatian dari Presiden Prabowo Subianto kepada anak-anak Indonesia. Ia menegaskan generasi 2045, yang kini masih berada pada usia anak, perlu dipersiapkan sejak dini dengan pondasi yang kuat, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun asupan gizi, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas.
“Makan Bergizi Gratis ini disambut antusias oleh anak-anak, mereka lahap menyantap makanan hingga tidak ada yang tersisa. Ini menunjukkan menunya tidak hanya lezat dan bergizi, tapi juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan kebiasaan makan sehat dan tidak membuang makanan. Program ini harus kita dukung dan sukseskan bersama, karena merupakan bagian dari membangun fondasi yang kuat untuk masa depan Indonesia,” ujar Menteri PPPA.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id