PRESS RELEASE

PRESS RELEASE

tes

Menteri PPPA Apresiasi Penetapan Arsip R.A Kartini sebagai Memory of The World UNESCO



Siaran Pers Nomor: B-275/SETMEN/HM.02.04/08/2025

 

 

Jakarta (19/8) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas penetapan Arsip dan Surat Kartini serta Perjuangan Kesetaraan Gender di Indonesia sebagai Memory of The World (MoW) pada 17 April 2025. Menteri PPPA mengungkapkan inisiatif ANRI menjahit warisan R.A Kartini dengan upaya modern melalui arsip dan surat-suratnya merupakan langkah penting dalam memperkuat perjuangan kesetaraan gender di Indonesia.

 

“Pemikiran progresif R.A Kartini tentang martabat, hak pendidikan, dan kesetaraan gender yang melampaui zamannya tetap relevan hingga kini. Penetapan arsip surat-surat Kartini sebagai bagian dari Memory of the World (MoW) bukan sekadar tindakan administratif, melainkan simbolik, strategis, dan praktis untuk menjaga warisan intelektual perempuan Indonesia yang visioner. MoW adalah pengakuan global atas sumber budaya dan ilmu pengetahuan yang bernilai universal,” ujar Menteri PPPA dalam Pembukaan Seminar dan Pameran Arsip bertema “Kartini Masa Kini dan Masa Lalu; Perjuangan Kesetaraan Gender di Indonesia”, di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia.

 

Menteri PPPA menegaskan surat-surat R.A Kartini tidak hanya mencerminkan batasan struktural pada masa kolonial, tetapi juga menjadi saksi tekad perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak pendidikan dan kesempatan yang setara di ruang publik. Lebih lanjut, gagasan Kartini memicu kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan tidak akan lengkap tanpa keadilan bagi seluruh warga negara, termasuk perempuan.

 

“Dampak perjuangan Kartini bukan hanya pribadi, melainkan menginspirasi perubahan sosial yang lebih luas, yang masih kita rasakan hingga saat ini. Semangat perjuangan Kartini tetap relevan ketika Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, melainkan agen perubahan di segala lini serta berkontribusi aktif di berbagai bidang pembangunan mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hingga budaya,” tambah Menteri PPPA.

 

Sebagai penutup, Menteri PPPA menegaskan komitmen Kementerian PPPA untuk terus mendukung upaya pelestarian arsip serta pemajuan hak asasi perempuan. “Ini bukan hanya tentang menjaga sejarah, tetapi juga menghidupkan semangat perjuangan kesetaraan gender. Mari bergandengan tangan memastikan perempuan Indonesia mendapat akses dan kesempatan yang sama, serta melanjutkan perjuangan Kartini untuk kesetaraan bagi semua,” tutup Menteri PPPA.

 

Kepala Arsip Nasional Repubik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito mengatakan pada 17 April 2025 lalu dalam sidang Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, telah ditetapkan 1 dari 5 usulan Indonesia, yaitu "Surat dan Arsip Kartini: Perjuangan Kesetaraan Gender" yang dinominasikan bersama Arsip Nasional Republik Indonesia, Arsip Nasional Belanda, dan Perpustakaan dari Leiden University, Belanda. Penetapan arsip Kartini penting untuk dilestarikan agar Masyarakat dapat memahami pemikiran R.A Kartini serta perjuangan perempuan Indonesia seperti Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Dien, dan Cut Mutia, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi publik di berbagai bidang.

 

“Ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, karena di tahun 2025 ini, 5 usulan nominasi dari Indonesia mendapatkan persetujuan dan menjadi Memory of The World UNESCO secara internasional. Ini adalah salah satu bentuk kerjasama bilateral antara Indonesia dan Belanda, yaitu upaya pencarian surat-surat, catatan-catatan, dan arsip-arsip yang terkait dengan Kartini pada zamannya yang ada di Indonesia dan mungkin sebagian besar ada di Negeri Belanda,” ujar Kepala ANRI.

 

Dalam kesempatan ini, Kepala ANRI juga turut mengundang seluruh masyarakat, mulai dari aktivis dan komunitas perempuan, sejarawan, peneliti dan arsiparis untuk dapat mengunjungi Pameran Arsip Kartini di ANRI gedung C Lantai 1 untuk melihat dan mempelajari makna dan simbol serta materi perjuangan kesetaraan gender yang ditulis oleh Kartini dalam surat-suratnya dan bagaimana coretan surat tersebut berhasil mempengaruhi dunia.

 

Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan bahwa penetapan surat-surat R.A Kartini sebagai bagian dari Memory of The World UNESCO merupakan pengakuan dunia atas kontribusi besar tokoh perempuan Indonesia terhadap peradaban global. Perjuangan kesetaraan gender merupakan proses panjang di seluruh dunia dan perempuan Indonesia, khususnya sejak Kongres Perempuan 1928 yang melahirkan pemimpin redaksi Perempuan, Rohana Kudus.

 

“Indonesia berhasil menjadikan surat-surat R.A Kartini sebagai Memory of The World UNESCO. R.A Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita yang pada hari kelahirannya 21 April kita kenang sebagai Hari Kartini, telah menulis 179 surat yang memberi inspirasi besar bagi kaum perempuan di usianya yang sangat muda. Dengan dimasukkannya surat-surat R.A Kartini ke dalam Memory of the World, menandakan dunia telah mengakui warisan intelektual, sumbangan pemikiran Indonesia terhadap pengembangan peradaban global,” ujar Menteri Kebudayaan.

 

 

 

BIRO HUMAS DAN UMUM

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510

e-mail : humas@kemenpppa.go.id

website : www.kemenpppa.go.id