PRESS RELEASE

PRESS RELEASE

Kemen PPPA Latih Fasilitator Nasional Pengasuhan Keluarga Berbasis Hak Anak

Siaran-Pers-Nomor:-B-423/SETMEN/HM.02.04/11/2023

 

Bogor-(4/11)-–- Data-Badan-Pusat-Statistik-(BPS)-tahun-2020-menyebutkan-adanya-peningkatan-persentase-balita-yang-mendapatkan-pengasuhan-tidak-layak-di-15-provinsi-di-Indonesia-dilihat-dari-indikator-anak-yang-terpisah-dengan-orangtua-kandung.-Ke-15-provinsi-tersebut-diantaranya-adalah-Nusa-Tenggara-Timur,-Maluku-Utara,-Kalimantan-Utara-dan-Jawa-Barat.

Dalam-UU-Nomer-23-tahun-2002-tentang-Perlindungan-Anak-khusunya-pasal-14-disebutkan-bahwa-setiap-anak-berhak-untuk-diasuh-oleh-orang-tuanya-sendiri,-kecuali-jika-ada-alasan-dan/atau-aturan-hukum-yang-sah-menunjukkan-bahwa-pemisahan-itu-adalah-demi-kepentingan-terbaik-bagi-anak-dan-merupakan-pertimbangan-terakhir.-Pemerintah-memberikan-perhatian-serius-isu-pengasuhan-anak-dan-menetapkannya-dalam-Rencana-Pembangunan-Jangka-Menengah-Nasional-(RPJMN)-2020-2024-dengan-ditetapkannya-target-penurunan-balita-yang-mendapatkan-pengasuhan-tidak-layak-dari-3.64%-di-tahun-2020-menjadi-3,47-persen-di-tahun-2024.

“Hak-anak-atas-pengasuhan-menjadi-kewajiban-dan-tanggungjawab-orangtua.-Dalam-pasal-26-UU-Nomer-23-tahun-2002-jelas-menyebutkkan-bahwa-orangtua-w [...]

Read More

Menteri PPPA Kesenjangan Gender Pengaruhi Prevalensi AKI dan AKB yang Tinggi di Indonesia

Siaran-Pers-Nomor:-B-422/SETMEN/HM.02.02/11/2023

 

Denpasar-(3/11)-–-Pemerintah-menargetkan-Angka-Kematian-Ibu-(AKI)-adalah-183-kasus-per-100.000-kelahiran-hidup-pada-tahun-2024-dan-Angka-Kematian-Bayi-(AKB)-adalah-16-per-1.000-kelahiran-hidup-di-2024.-Jika-melihat-data-BPS-tahun-2020-dimana-AKI-di-Indonesia-tercatat-189-per-100.000-kelahiran-dan-AKB-sebesar-16,85-per-1000-kelahiran-hidup-maka-angka-ini-masih-jauh-dari-target.

Menteri-Pemberdayaan-Perempuan-dan-Perlindungan-Anak-(PPPA)-Bintang-Puspayoga-di-depan-peserta-Musyawarah-Nasional-XVII-Perkumpulan-Keluarga-Berencana-Indonesia-(PKBI)-di-Denpasar,-Bali,-menegaskan-dibutuhkan-komitmen-besar-dan-kerja-keras-antar-stake-holder-yang-mengampu-isu-perempuan-dan-anak-untuk-mencapai-target-tahun-2024.-Menurut-Menteri-PPPA-faktor-kesenjangan-gender-turut-berkontribusi-pada-beberapa-masalah-sosial-yang-berdampak-negatif-pada-perempuan-dan-anak.

“Kesenjangan-gender-berkontribusi-pada-lahirnya-berbagai-masalah-sosial,-termasuk-isu-reproduksi-dalam-keluarga-yang-berdampak-pada-masih-tingginya-prevalensi-AKI-dan-AKB-di-Indonesia.-Selain-itu,-dampak-kematian-ibu-yang-lebih-berat-adalah-pengaruh-ter [...]

Read More

Menteri PPPA Pemberdayaan Perempuan Bantu Tuntaskan Stunting di Indonesia

Siaran-Pers-Nomor:-B-421/SETMEN/HM.02.04/11/2023

 

 

Bogor (2/11)-– Menteri-Pemberdayaan-Perempuan-dan-Perlindungan-Anak-(PPPA),-Bintang-Puspayoga-menekankan-pemerintah-sangat-serius-dalam-upaya-penurunan-prevalensi stunting di-Indonesia-sebagaimana-tercantum-dalam-Strategi-Nasional-Percepatan-Pencegahan-Anak-Kerdil-(Stranas Stunting).-Target-penurunan-prevalensi stuntingdi-Indonesia-selaras-dengan-tujuan Sustainable-Development-Goals (SDGs)-yaitu-penghapusan-segala-bentuk-kekurangan-gizi-pada-tahun-2030. 

Stunting merupakan-masalah-multisektoral-yang-penyebabnya-langsung-maupun-tidak-langsung.-Meskipun-secara-umum-penyebab-utamanya-adalah-kurangnya-asupan-makanan-bergizi-pada-ibu-dan-anak,-namun-faktor-sosio-kultural,-ekonomi,-politik,-dan-kesetaraan-gender-pun-turut-mendasari-penyebab-terjadinya stunting sehingga-penanganannya-pun-menyasar-lintas-sektor-yang-membutuhkan-sinergi-dan-kolaborasi-berkelanjutan,”-ujar-Menteri-PPPA-pada-acara-Rapat-Kerja-Nasional-(Rakernas)-II-Pemberdayaan-Perempuan-UMKM- [...]

Read More